Di Kecamatan Kerkap: Diduga Mantan Sekdes Gunakan Stempel “Aspal” Untuk Keuntungan Pribadi.

VoiceBengkulu.Com.Mantan Sekretaris Desa Di kecamatan Kerkap terindikasi membuat dan memakai cap stempel Kepala Desa “Aspal” (asli tapi palsu), untuk dipakai membuat surat pembuatan sertifikat sebidang tanah  di sebuah desa .

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan VoiceBengkulu. com, oknum mantan Sekretaris Desa  diduga memakai cap stempel Kepala Desa “aspal”, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, untuk membuat surat pengurusan Sertifikat yang bisa membuat kerugian pemindahan hak milik seseorang.

Perbuatan atau tindakan oknum mantan Sekdes diduga memakai stempel kepala Desa“aspal”, melanggar  pasal 263. (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).  Barang siapa membuat secara tidak benar atau memalsu surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain pakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam pidana penjara paling lama enam tahun atau di ancam denda paling banyak Rp 1.000.000.000
Hal tersebut terungkap ketika Kepala Desa memeriksa berkas pengurusan sertifikat tanah milik warganya. Ternyata ada stempel milik  pemerintah desa yang di gunakan dan ada pernyataan bahwa dirinya selaku kepala desa ikut menghadiri dan menyetujui usulan pembuatan sertifikat tersebut.
Menurut kepala Desa  pada Jum’at 5 Juni 2020.memang Oknum tersebut adalah sekretaris desa yang sudah pindah kerja pada bulan Desember 2019-Januari 2020. Tetapi penggunaan kekuasaan dan wewenang tersebut masih terus di jalankan hingga bulan April 2020.yang mana oknum tersebut tidak lagi berhak menggunakan stempel atas nama desa. Apalagi stempel yang di gunakan bukan jabatannya sebelum ini tetapi stempel kepala desa yaitu saya”,ujar kepala desa itu lagi.
Akibat dari pembuatan surat pengurusan sertifikat ini jika ada yang merasa di rugikan maka mau tidak mau kepala desa lah yang mendapat imbasnya.
Ini baru satu yang saya ketahui mungkin sudah banyak oknum tersebut menggunakan stempel dan jabatan kepala desa untuk meraih keuntungan pribadi dan kroninya.

author

Author: