Ketua DPRD B.U Dan para aktivis Sosial Kunjungi Korban Pencabulan.

VoiceBengkulu.Com. pasca penangkapan pelaku persetubuhan di bawah umur yang melibatkan ayah kandung. Di salah satu desa di kecamatan Hulu palik kabupaten Bengkulu Utara. Membuat keprihatinan seluruh masyarakat terkhusus nya di bengkulu utara. 

Pada Kamis 08 Oktober 2020. Ketua DPRD Bengkulu utara bersama aktifis sosial masyarakat mengunjungi korban dan keluarga nya. Sonti Bakara. SH yang di dampingi aktifis perempuan Lousy Oktavia dan Sali Rodi.
Dalam kunjungan dari pihak keluarga ada orang tua korban, korban dan pihak pemerintah desa.
Sonti Bakara. SH mengharapkan pemerintah Desa dan bersama-sama warga untuk selalu memberi semangat kepada korban juga memberi pendidikan atau penyuluhan hukum kepada warga agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Hal senada di ungkapkan lousy oktavia dalam akun Facebook nya bahwa berbagi tidak mesti dengan harta benda tetapi juga bisa berbagi kebahagiaan sehingga orang yang dalam masalah bisa kembali bersemangat dalam menjalani kehidupan.
Giat ini karena kami Merasa terpanggil lalu berinisiatif mengajak srikandi bengkulu utara yaitu ketua DPRD Sonti Bakara untuk menyambangi korban.
Dalam Catatan Kepolisian menyebutkan, aksi pencabulan anak kandung ini dilakukan terduga pelaku sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. Dalam menjalankan aksinya, selain dirumah, aksi bejat juga dilakukan terduga pelaku terhadap korban di lokasi pondok kebun miliknya.

Kasus ini terkuak setelah polisi menerima laporkan ibu korban atas aksi pencabulan WL kepada anaknya sendiri.

“Terduga pelaku juga sempat memberikan intimindasi atau ancaman kepada anaknya agar tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain,” kata Kapolsek Kerkap Ipda Suparapto.

Terduga pelaku yang saat ini telah mendekam diruang tahanan terancam Pasal 21 ayat 2  Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 Tahun penjara atau denda satu miliar.

. pasca penangkapan pelaku persetubuhan di bawah umur yang melibatkan ayah kandung. Di salah satu desa di kecamatan Hulu palik kabupaten Bengkulu Utara. Membuat keprihatinan seluruh masyarakat terkhusus nya di bengkulu utara.
Pada Kamis 08 Oktober 2020. Ketua DPRD Bengkulu utara bersama aktifis sosial masyarakat mengunjungi korban dan keluarga nya. Sonti Bakara. SH yang di dampingi aktifis perempuan Lousy Oktavia dan Sali Rodi.
Dalam kunjungan dari pihak keluarga ada orang tua korban, korban dan pihak pemerintah desa.
Sonti Bakara. SH mengharapkan pemerintah Desa dan bersama-sama warga untuk selalu memberi semangat kepada korban juga memberi pendidikan atau penyuluhan hukum kepada warga agar kejadian serupa tidak terulang kembali.


Hal senada di ungkapkan lousy oktavia dalam akun Facebook nya bahwa berbagi tidak mesti dengan harta benda tetapi juga bisa berbagi kebahagiaan sehingga orang yang dalam masalah bisa kembali bersemangat dalam menjalani kehidupan.
Giat ini karena kami Merasa terpanggil lalu berinisiatif mengajak srikandi bengkulu utara yaitu ketua DPRD Sonti Bakara untuk menyambangi korban.
Dalam Catatan Kepolisian menyebutkan, aksi pencabulan anak kandung ini dilakukan terduga pelaku sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. Dalam menjalankan aksinya, selain dirumah, aksi bejat juga dilakukan terduga pelaku terhadap korban di lokasi pondok kebun miliknya.

Kasus ini terkuak setelah polisi menerima laporkan ibu korban atas aksi pencabulan WL kepada anaknya sendiri.

“Terduga pelaku juga sempat memberikan intimindasi atau ancaman kepada anaknya agar tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain,” kata Kapolsek Kerkap Ipda Suparapto.

Terduga pelaku yang saat ini telah mendekam diruang tahanan terancam Pasal 21 ayat 2  Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 Tahun penjara atau denda satu miliar.

author

Author: